Ust. Firman Hidayat Marwadi menulis dalam status FB-nya tanggal 2 Juni 2015: 

Dr. Basysyar [bin] 'Awwad [bin] Ma'ruf [bin] 'Abdurrazzaq Al-'Obeidi Al-Baghdadi As-Salafi (Sebuah Pesan Tersirat) 


Beliau merupakan ulama besar pengkaji hadits ulung asal Baghdad Iraq. Beliau juga terkenal sebagai seorang yang beraqidah Ahlussunnah dan pembela sejati manhaj salaf. Beliau pernah mengatakan, oleh karena manhaj kita adalah manhaj salafi, maka dalam menilai keriteria para perawi (baca: jarh wa ta'dil) pun harus berdasarkan manhaj salafi. 


Dalam laman Multaqa Ahlal Hdeeth, Abu ‘Abdillah Al-Jaburi menuturkan, “Aku menjumpainya di Yordania tahun 1418 H. Aku merasa takjub dengan sikap tawadhu’nya, kemuliaan akhlaknya, serta kelaki-lakiannya. Beliau sempat mengunjungi kami beberapa kali meskipun beliau lebih senior daripada kami dalam hal keilmuan dan usia. Beliau, walaupun sudah menyandang gelar professor, akan tetapi masih saja tawadhu’, lemah lembut, dan penyambut yang baik.” 

Kemudian Al-Jaburi menceritakan bagaimana takjubnya terhadap hafalan Dr. Basysyar [bin] ‘Awwad [bin] Ma’ruf yang sangat kuat, keuletannya dalam menganalisis masalah, argument-argumennya yang kuat, ilmunya yang luas, dan lisannya yang fasih. Meskipun beliau berbicara cepat, namun lisannya tidak pernah ‘kesleo’ dalam artian tidak pernah salah dalam segi kaidah bahasa ‘Arab. Bahasa Arab beda lho dengan bahasa Indonesia. Bahasa Arab memiliki kaedah yang sangat ketat sehingga banyak orang yang kadang salah berucap. Beda halnya dengan bahasa Indonesia.
Dr. Basysyar juga terkenal memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap alim ulama Sunnah dan menghormati mereka, selalu bersikap adil terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengannya.

Di antara contohnya adalah beberapa pendapatnya yang tidak sejalan dengan pendapat Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Dalam muqaddimah tahqiq Al-Jami’ Al-Kabir atau yang lebih dikenal dengan tajuk Sunan At-Tirmidzi, Dr. Basysyar sempat mengkritik Syaikh Al-Albani. Namun kritikan tersebut disampaikannya dengan penuh kehati-hatian dan tetap menghormati Syaikh Al-Albani. Ketika hendak menyebut nama Syaikh Al-Albani, tidak jarang Dr. Basysyar ‘Awwad menggelarinya dengan gelar-gelar yang menunjukkan penghormatan dan pengakuannya terhadap diri Al-Albani. Misalnya gelar “Al-‘Allamah Al-Kabir”.

Di antara karya tulisnya adalah sebagai berikut:

  • Atsar Al-Hadits fi Nasy-ah At-Tarikh ‘inda Al-Muslimin (Pengaruh Hadits Terhadap Perkembangan Tarikh di Tengah Umat Islam): 1996.
  • Al-Mundziri wa Kitabuh At-Takmilah (Al-Mindziri dan Kitab At-Takmilah nya): An-Najaf 1968
  • Tawarikh Baghdad At-Tarajimiyyah (Baghdad: 1974)
  • Adz-Dzahabi wa Manhajuh fi Kitabih Tarikh Al-Islam (Adz-Dzahabi; Metodologinya dalam Kitab Tarikh Al-Islam nya): 1976
  • Tarikh Al-‘Iraq (ditulis bersama rekan-rekannya): 1983
  • Hadharah Al-‘Iraq (ditulis bersama rekan-rekannya): 1885
  • Al-Islam wa Al-Mustaqbal (Islam dan Masa Depan)
  • Al-Bayan fi Hukm At-Taghanni bi Al-Quran (Penjelasan Hukum Seputar Melagukan Al-Quran)
  • Al-Muntaqa min Hadits Al-Mushthafa (Hadits-Hadits Pilihan), dst.
Beberapa tahqiq beliau:
  • Sunan At-Tirmidzi
  • Sunan Ibnu Majah
  • Tahdzib Al-Kamal fi Asma’ Ar-Rijal (8 jilid), karya Al-Hafizh Al-Mizzi
  • Al-Muwaththa’ Imam Malik
  • Hayat Ash-Shahabah karya Muhammad Ishaq Al-Kandahlawi
  • Tuhfah Al-Asyraf bi Ma’rifah Al-Athraf, karya Al-Mizzi
  • Tarikh Al-Islam wa Wafiyyat Al-Masyahir wa Al-A’lam, karya Adz-Dzahabi, dst. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Posting Komentar

 
Top